Impor Kapas Naik, Kadisperindag Sebut Tekstil Menggeliat

SEMARANG – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah Muhammad Arif Sambodo menyebut kenaikan impor kapas memiliki implikasi positif bagi industri tekstil di Jawa Tengah.

Arif mengakui jika dilihat dari publikasi BPS Jateng pada November 2019 secara month to month (m-t-m) impor kapas memang naik, tetapi sebenarnya secara kumulatif yakni pada periode Januari sampai November impor kapas mengalami penurunan.

“Namun demikian kalau dilihat dari ekspor pakaian jadi bukan rajutan dan rajutan tampak ada kenaikan dari data BPS secara data Januari – November 2019, artinya memang pertekstilan menggeliat lagi,” kata Arif kepada Bisnis, Minggu (5/1/2020).

Tak hanya itu, menurut Arif indikasi kenaikan kinerja tekstil juga tampak dari data BPS  tentang kapasitas produksi industri besar dan sedang. Seperti diketahui, data BPS menyebut pada kuartal III/2019 industri pakaian jadi tumbuh 13,47 persen.

“Ini artinya industri tersebut ada peningkatan permintaan bahan baku yang antara lain bahan baku tersebut diolah dari kapas,” jelasnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah yang dipublikasikan pekan lalu menunjukkan impor kapas selama November tercatat naik sebesar US$8,66 juta atau naik 22,87 persen. Kenaikan impor kapas ini diyakini sebagai sinyal bangkitnya industri tekstil di Jawa Tengah.

Indikasi dari peningkatan aktivitas industri tekstil juga tampak dari peningkatan ekspor pakaian jadi bukan rajutan yang naik US$7,44 (5,02 persen) dan serat stafel buatan sebesar US$6,52 juta (16,41 persen) selama November 2019.

Adapun industri tekstil dan produk tekstil (TPT) menjadi salah satu industri strategis di Jawa Tengah. Data tahun 2018 menunjukkan tekstil setidaknya menguasai lebih dari 43 persen dari total ekspor Jawa Tengah yang mencapai US$6,58 miliar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *