Optimistisme Pertumbuhan Ekonomi di Jawa Tengah

Seperti sudah diprediksi sebelumnya, rilis dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada 5 November menunjukkan kinerja perekonomian Jawa Tengah (Jateng) pada Triwulan III 2020 sudah mulai membaik.

Bahkan semakin lebih baik dibanding triwulan sebelumnya. Muncul optimisme pada Triwulan IV 2020 dan selanjutnya pada 2021, perekonomian Jateng akan sehat kembali dan kian membaik.

Hasil rilis BPS menunjukkan secara tahunan (dibandingkan tahun sebelumnya), pertumbuhan ekonomi Jateng pada Triwulan III 2020 minus 3,93 persen. Meski masih minus, besaran pertumbuhan itu sudah jauh lebih baik dibanding Triwulan II 2020 yang bertumbuh minus 5,92 persen. Secara triwulan (dibanding triwulan sebelumnya), pertumbuhan ekonomi Jateng pada Triwulan III juga sangat menggembirakan. Tingkat pertumbuhannya melejit dari minus 5,16 persen (Triwulan II) menjadi positif 4,66 persen pada Triwulan III 2020. Yang sangat mengembirakan adalah dari sisi permintaan (demand), pengeluaran untuk Konsumsi Rumah Tangga dan Konsumsi Pemerintah, Investasi (PMTB), Ekspor dan Impor barang-jasa yang pada Triwulan II 2020 semuanya mengalami kontraksi serius, pada Triwulan III 2020 bertumbuh positif. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (berkontribusi 58,81% dalam struktur ekonomi Jateng) bertumbuh 3,79 persen, Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (7,4%) bertumbuh 23,2 persen, dan Investasi (33,75%) bertumbuh 9,9 persen.

Sementara Ekspor (42,- 49%) dan Impor (44,89%) masingmasing bertumbuh 9,76 persen dan 16,63 persen. Semua itu berdampak positif dalam meningkatkan kinerja ekonomi sektor lapangan usaha (supply). Kecuali Industri Pengolahan yang bertumbuh minus 1,31 persen (pada Triwulan II 2020 minus 3,93%), semua sektor lapangan usaha mencatatkan pertumbuhan yang positif. Pertumbuhan yang meroket dibukukan oleh sektor Transportasi dan Pergudangan 68,73 persen dan Penyediaan Akomodasi dan Makanan Minuman 16,84 persen. Padahal kedua sektor tersebut pada Triwulan II 2020 mati lesu dan mencatatkan pertumbuhan minus yang sangat besar.

Terus Meningkat

Berdasarkan tren pertumbuhan positif pada Triwulan III 2020, saya optimistis kinerja pertumbuhan ekonomi Jateng pada Triwulan IV dan periode-periode berikutnya akan terus meningkat. Pada Triwulan IV 2020, ekonomi Jateng diperkirakan akan bertumbuh pada kisaran 6-8 persen. Hal tersebut sangat mungkin akan terwujud karena masyarakat dan semua pelaku ekonomi akan melakukan aktivitas ekonomi secara normal kembali meski masih dihantui risiko Covid-19. Karena berbagai pertimbangan ekonomi dan kelangsungan kehidupan, para pihak akan memperlakukan Covid-19 sebagai faktor risiko yang harus dihadapi (bukan dihindari) dan dikendalikan.

Mereka mau tak mau harus “berdamai” dengan Covid-19. Perlakuan itu sesungguhnya sudah terjadi selama Juni-September lalu seiring dengan penerapan New Normal oleh pemerintah. Selain didorong oleh faktorfaktor internal Jateng yang semakin kondusif, meningkatnya aktivitas dan kinerja perekonomian Jateng pada Triwulan IVdan triwulan- triwulan selanjutnya sangat mungkin terjadi karena dipacu oleh faktor-faktor eksternal yang berelasi erat dengan Jateng. Pertama, kinerja ekonomi Indonesia, khususnya sejumlah provinsi di Jawa yang memiliki relasi ekonomi dengan Jateng mulai meningkat pada Triwulan III 2020. Pada Triwulan III 2020, ekonomi Indonesia bertumbuh dari minus 4,2 persen (Triwulan II) menjadi 5,05%. Sementara itu, ekonomi Jatim, Jabar, DKI, dan DIY pada Triwulan III 2020 bertumbuh 5,89 persen, 3,37 persen, 5,05 persen, dan 9,24 persen. Padahal pada triwulan sebelumnya mereka mengalami kontraksi pertumbuhan seperti Jateng. Kedua, sejumlah negara mitra dagang Jateng, kondisi perekonomiannya juga semakin baik pada Triwulan III 2020. Ekonomi Tiongkok, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Australia, sejumlah negara Eropa dan lainnya semakin baik pada Triwulan III 2020 dan berimbas positif pada relasi ekonominya dengan Jateng.

Semakin baiknya kinerja perekonomian Indonesia, khususnya sejumlah provinsi yang memiliki relasi ekonomi, dan sejumlah negara mitra dagang tentu saja akan berdampak positif pada kinerja perekonomia Jateng. Misalnya, membaiknya kinerja perekonomian dari negara-negara mitra memacu kenaikan ekspor dan impor Jateng pada Triwulan III 2020. Tren pertumbuhan positif tersebut diprediksi akan semakin meningkat pada Triwulan IV 2020 dan periode-periode selanjutnya. Karena itu, saya optimistis kinerja perekonomian Jateng pada Triwulan IV 2020 dan triwulan-triwulan berikutnya pada 2021 akan semakin baik.

Walaupun secara keluruhan kinerja pertumbuhan ekonomi Jateng pada 2020 kemungkinan akan terkontraksi (minus) karena pertumbuhan ekonomi pada 2019 sebagai tahun pembanding cukup tinggi (5,41%), kontraksi tersebut kemungkinan hanya akan berkisar minus 2 persen hingga minus 0,5 persen karena kian membaiknya kinerja perekonomian. Untuk menekan agar kontraksi ekonomi Jateng serendah mungkin maka pengendalian terhadap Covid-19 oleh pemerintah dan semua pihak harus tetap menjadi prioritas. Selain itu, pemerintah daerah juga harus tetap all out dalam melakukan belanja pemerintah yang masih tertahan pada dua bulan terakhir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *