11 SEKTOR USAHA YANG DIMINATI PENGUSAHA AS AGAR TERBUKA UNTUK ASING
Pemerintah Amerika Serikat turut memantau langkah pemerintah Indonesia yang sedang melakukan revisi panduan investasi. Kunjungan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Robert O Blake ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) membawa usulan agar 11 sektor usaha yang diminati oleh investor AS bisa lebih terbuka. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani mengakui bahwa kunjungan yang dilakukan Dubes AS Robert O Blake untuk membahas masukan yang disampaikan secara tertulis sebelumnya oleh Kedutaan Besar AS untuk Indonesia.
Siaran Pers BKPM yang diterima menyatakan, sektor yang diusulkan untuk lebih terbuka diantaranya sektor e-commerce, asuransi, energi, energi terbarukan, pembuatan film dan bioskop, telekomunikasi, manufaktur farmasi, distributorship, coldstorage, dan ritel untuk elektronik dan alas kaki. Masukan yang disampaikan dilakukan berdasarkan beberapa landasan argumentasi potensi masing-masing sektor tersebut, maupun minta beberapa perusahaan AS terhadap sektor tersebut, namun terhenti akibat peraturan regulasi saat ini.
Dalam Perpres Nomor 39 Tahun 2014 mengenai panduan investasi, sektor-sektor yang diusulkan terbuka oleh AS tersebut sebagian besar memang tertutup untuk asing seperti e-commerce, pembuatan film dan bisokop serta ritel untuk elektronik dan alas kaki. Sedangkan sektor lainnya seperti distributorship, coldstorage dibatasi kepemilikan asingnya maskimal 33%.
Selain mengusulkan 11 sektor bidang usaha agar lebih terbuka untuk investor asing, kunjungan Duta Besar Amerika Serikat Indonesia Ricard O Blake juga dimanfaatkan untuk menyampaikan usulan mengenai pembentukan desk yang khusus bertugas membantu dan memfasilitasi investor Amerika Serikat. Penempatan desk ini diharapkan dapat berperan dalam meingkatkan investasi Amerika Serikat di Indonesia yang belum mencapai level yang optimal.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengakui merespon positif usulan yang disampaikan oleh Duta Besar Amerika Serikat tersebut. Dalam pertemuan tersebut Dubes Amerika Serikat sempat bertanya apakah sudah ada desk AS di BKPM? Mereka akan mengusulkan pembentukan desk Amerika Serikat di BKPM.
Menurut Franky, desk Amerika serikat tersebut dapat berkontribusi positif bagi BKPM dalam meningkatkan arus investasi yang masuk ke Indonesia. Dia menambahkan bahwa nilai investasi Amerika Serikat di Indonesia sata ini belum mencapai level yang optimal. Tim marketing officer yang dimiliki
BKPM menangani Amerika Serikat dan Eropa. Oleh karena itu, keberadaan desk Amerika Serikat tentu akan lebih spesifik membantu menjangkau investor-investor Amerika Serikat yang akan menanamkan modalnya di Indonesia.
Data FDI Market periode 2010-September 2015, investasi Amerika Serikat ke seluruh dunia mencapai USD 694 miliar. Indonesia berada di peringkat 25 tujuan investasi AS dengan menyerap nilai investasi seniali USD 7,1 miliar atau hanya setara dengan 1,03% saja.
Franky menambahkan sebenarnya potensi untuk menarik investasi dari Amreika Serikat masih cukup besar, mengingat sektor utama investasi Amerika belum banyak yang menanmkan modalnya di Indonesia. Mengutip data Finasial Times, lima sektor utama investasi Amerika Serikat ke seluruh dunia adalah komunikasi, software dan pelayanan IT, otomotif, energi dan sektor kimia. Bulan Oktober 2015 yang lalu, Presiden Jokowi bersama Kepala BKPM juga sempat melakukan kunjungan ke Amerika Serikat dan berhasil membawa kesepakatan bisnis yang terkait dengan investasi senilai USD 2,4 miliar.
BKPM akan pelajari keberadaan desk Amerika Serikat karena dalam prosesnya dibutuhkan surat permintaan resmi dari Kedutaan Besar Amerika Serikat, setelah itu dilakukan pembahasan terutama terkait pembiayaan maupun hal-hal terkait teknis operasional desk tersebut di BKPM. Saat ini, BKPM telah memiliki bebrapa desk secara spesifik membantu memfasilitasi investor-nvestor dari Negara-negara investasi. Diantaranya adalah Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan yang terkahir adalah Uni Eropa. Negara-negara tersebut menempatkan 1-2 orang perwakilannya di BKPM dibantu dengan beberapa staf lokal.
BKPM juga memilki kantor perwakilan di Amerika Serikat yang berlokasi di New York. Kantor Indonesia Investment Promotion Center tersebut bertugas untuk memfasilitasi dan merealisasikan minat investasi pengusaha Amerika Serikat yang berminat untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
Data BKPM mencatat, Amerika Serikat masuk daftar 5 besar Negara paling banyak menanamkan modalnya di Indonesia. Realisasi investasi Amerika Serikat pada periode Januari-September 2015 sebesar USD 854 juta. Semenatra itu, total investasi Amerika di Indonesia periode 2010-September 2015 sebsar USD 8,0 miliar dan menduduki peringkat ke-3 dibawah Singapura dan Jepang. Lima sektor terbesar adalah pertambangan USD 7,2 miliar, perdagangan/reparasi USD 258 juta, industri makanan USD 167 juta, industri alat angkut USD 142 juta, serta industri kimia dan farmasi USD 56 juta.
— (sumber : Berita GINSI Jatim Edisi Januari 2016 No. 1414/XLVII) —
